Selamat datang, Visitor! [ Daftar | LoginRSS Feed

Seminari Menengah Wacana Bhakti

  • Keuskupan: Keuskupan Agung Jakarta
  • Terdaftar: April 19, 2013 11:19 am
  • Kedaluwarsa: 2449 hari, 21 jam
Seminari menengah wacana bhakti

Keterangan

Sejarah Singkat SWB

 

A. Sejarah Singkat Seminari Menengah Wacana Bhakti

Rencana pendirian Seminari Menengah Wacana Bhakti sebenarnya sudah dimulai sejak almarhum Mgr. A. Djajaseputra SJ, yang saat itu menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta. Beliau membeli tanah seluas 3 hektar lebih di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan. Pada tanggal 31 Desember 1980, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengajukan permohonan untuk mendirikan sebuah seminari menengah di Jakarta. Izin pendirian seminari menengah ini akhirnya disetujui setelah menunggu selama 5 tahun. Setelah mendapatkan izin, dibentuklah panitia pembangunan Seminari Menengah Wacana Bhakti (SMWB). Pembangungan seminari selesai pada tahun 1987, dan diresmikan pada tanggal 3 November 1988 oleh almarhum Mgr. Leo Soekoto SJ, Uskup Agung Jakarta (sejak 1996 sampai dengan sekarang, KAJ dipimpin oleh Mgr. Julius Kardinal Darmaatmaja SJ).

Kata ‘Wacana Bhakti’ berarti ‘mengabdikan diri pada Sabda Tuhan atau Panggilan Tuhan’. Seminari Menengah Wacana Bhakti adalah tempat persemaian benih-benih panggilan khusus seminaris (calon imam) untuk menjadi seorang imam, biarawan, ataupun bruder. Pendidikan bagi para seminaris pada awalnya dipercayakan kepada Serikat Yesus (SJ), sebab mereka dianggap sudah berpengalaman dalam bidang pendidikan Seminari.

Keuskupan Agung Jakarta memikirkan bahwa jika hanya mendirikan sebuah Seminari Menengah tentunya akan memakan biaya yang cukup tinggi. Maka didirikan sebuah yayasan, yakni Yayasan Wacana Bhakti yang mengurusi Seminari Menengah Wacana Bhakti sekaligus SMA Gonzaga (angkatan pertama SMA masih menggunakan nama Kanisius Unit Selatan, baru pada tahun 1989 nama SMA Gonzaga digunakan sebagai nama sekolah). Seminari Menengah Wacana Bhakti menampung dan mendidik para calon imam di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena itu di kelas satu, dua dan tiga mereka mengikuti pendidikan di Sekolah Menengah Atas Gonzaga. Jadi, pada tahun 1987 s/d 1996 seminaris lulusan SMP hanya mengenyam pendidikan seminari 3 tahun  dan untuk lulusan SMA (program KPA) 1 tahun. Pada tahun 1997, lulusan SMP mulai diperkenalkan program KPP (Kelas Persiapan Pertama) selama setahun dengan maksud memantapkan pembentukan kepribadian serta matrikulasi pelajaran SMP sebagai persiapan memasuki SMA Gonzaga (3 tahun), dan program KPA tetap 1 tahun.

Seminari Menengah Wacana Bhakti adalah sebuah model seminari menengah yang terbuka. Mulai tahun 1990, sekolah Gonzaga mulai menerima siswa putri, untuk memberikan nuansa pergaulan para remaja yang wajar bagi para seminaris. Para seminaris sendiri diharapkan agar tidak menjadi canggung bertegur sapa dengan medan pelayanan imamat kelak karena mereka pun harus berhadapan dengan kedua jenis kelamin secara wajar. Berkat kerja keras Pater J. Drost, SJ, sebagai Rektor Seminari dan Kepala Sekolah bersama seluruh staf pengajar dan karyawan, pada tahun ajaran keempat, tepatnya 9 Januari 1991, Sekolah Gonzaga mendapatkan status disamakan dari pemerintah.

Berikut ini adalah susunan rektor dan kepala sekolah SMA Gonzaga dari tahun pertama didirikan sampai dengan sekarang. 

Tahun

Rektor

Kepala Sekolah

 

 

 

1987 – 1991

P. J Drost, SJ

P. J. Drost, SJ

1991 – 1993

P. J Drost, SJ

P. R. Murtrisunu Wisnumurti, SJ

1993 – 1999

P. Basilius Soedibja, SJ

Br. Budihardjo, SJ

1999 – 2000

Pjs. Alb. Sadhyoko Raharjo, SJ

Br. Budihardjo, SJ

2000 – 2004

Pjs.P. A. Adji Prabowo, Pr

P. J. Heru Hendarto, SJ

2004 – 2009

P. Y. Rudiyanto, SJ

P. J. Heru Hendarto, SJ

2009 – 2010

P. Y. Rudiyanto, SJ

Pjs. P. A. Hendro Subekti, SJ

2010-

P.  T. S  Sarjumunarsa, SJ

P. A. Sigit Widisana, SJ

 Seminari Menengah Wacana Bhakti serta Kolese Gonzaga dalam memasuki lustrum kedua, tahun 1998 merumuskan visi-misi pendidikan yakni: “membentuk pemimpin masa depan yang memiliki keunggulan, kompetensi, tanggung-jawab, sikap terbuka dan daya integratif dengan semangat pelayanan dan kepedulian.” 

Sebagai rasa syukur atas berkat Tuhan, pada lustrum keempat tahun 2007, Seminari Menengah Wacana Bhakti dan Kolese Gonzaga berkolaborasi mengadakan pentas seni teater, musik dan tari di Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah dengan tema “Bayang-Bayang Retak”. Semua pemain adalah seminaris dan siswa-siswi Gonzaga.

Pada tahun 2010, seminari mengadakan evaluasi terhadap buku pedoman yang sudah ada dengan mempertajam kembali visi dan misi beserta mengubah beberapa hal yang sudah tidak lagi kontekstual dengan situasi saat ini. Seminari membuat visi misi sendiri secara khusus pada tahun 2010 yaitu: “Komunitas pendidikan calon imam yang memiliki sikap keterbukaan dan kompetensi untuk berkembang dalam bidang kerohanian (sanctitas), pengetahuan (scientia),  kebersamaan (societas), dan kesehatan (sanitas) yang mengarah pada panggilan imamat serta mengintegrasikan keempat bidang tersebut secara kontekstual di Jakarta.

Setelah menempuh waktu yang boleh dikatakan tidak singkat ini, Seminari Menengah Wacana Bhakti sampai sekarang (Maret 2010) telah menelurkan imam-imamnya sejumlah 45 imam yang tersebar di berbagai dioses maupun tarekat.

Tujuan

  Tujuan Pendirian Seminari Menengah Wacana Bhakti

  1. Seminari Menengah Wacana Bhakti didirikan untuk menanggapi permintaan kaum muda Katolik Jakarta yang merasa terpanggil untuk belajar dan mempersiapkan diri sebagai imam.
  2. Seminari Menengah Wacana Bhakti diselenggarakan terutama untuk mendidik seminaris menjadi imam yang akan berkarya membangun Gereja setempat, khususnya Keuskupan Agung Jakarta.

VISI DAN MISI

VISI DAN MISI

Seminari Menengah Wacana BhaktI

A. Visi

            Komunitas pendidikan calon imam yang memiliki sikap keterbukaan dan kompetensi untuk berkembang dalam bidang kerohanian (sanctitas), pengetahuan (scientia),  kebersamaan (societas), dan kesehatan (sanitas) yang mengarah pada panggilan imamat serta mengintegrasikan keempat bidang tersebut secara kontekstual di Jakarta.

 B. Misi

  1. Membina seminaris untuk mampu menanggapi secara positif panggilan hidupnya.
  2. Membina seminaris untuk memiliki kedekatan relasi dengan Tuhan melalui cara hidup doa, refleksi dan  aneka bentuk latihan rohani lainnya.
  3. Membina seminaris untuk memiliki keunggulan dalam studi dan tugas yang berakar pada semangat untuk berkembang.
  4. Membina seminaris untuk peduli pada kesehatan melalui cara hidup bersih dan sehat.
  5. Membina seminaris untuk memiliki kepekaan dan kepedulian untuk kebaikan sesama.

DATA UMUM

a. Nama Seminari : Wacana Bhakti
b. Alamat lengkap Seminari : Jl. Pejaten Barat 10 A Rt. 02/10 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan
c. Nomor Telepon : 021-7804986 / 7804996
d. No. fax  
: 021-78830766
e. Alamat email :  
f. Status Seminari : Milik keuskupan
ID Referensi Iklan: 17051712679ed2ec

Related Ads


Tinggalkan Balasan